Materi Ajar Fisika
GELOMBANG
Standar Kompetensi:
1. Menerapkan konsep dan
prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah
Kompetensi Dasar:
1.2. Mendeskripsikan
gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi dan cahaya
Indikator:
Menjelasakan pengertian
gelombang
Menjelaskan gejala dan
ciri gelombang
Menyebutkan contoh-contoh
gelombang
A. Tujuan
siswa dapat medesripsikan pengerian dan contoh-contoh gelombang
B. Pendahuluan
Melalui materi ajar fisika ini Anda
akan mempelajari tentang definisi gelombang, yaitu membahas gelombang secara
umum. Pembahasan tentang gelombang secara umum ini meliputi: energi yang
ditransfer dalam bentuk gelombang, klasifikasi gelombang, gelombang transversal
dan gelombang longitudinal, dan contoh-contoh gelombang.
Setelah Anda mempelajari materi ajar
ini Anda diharapkan memiliki kamampuan sebagai berikut.
Kemampuan yang Anda dapatkan dari
materi ajar ini diharapkan benar-benar menambah pengetahuan dan pemahaman Anda
tentang konsep gelombang secara umum.
C. Definisi Gelombang
1. Energi yang Ditransfer dalam Bentuk Gelombang
Untuk memahami apa sebenarnya
gelombang itu, mari kita amati dan bahas peristiwa berikut ini. Gambar 1 di
bawah ini diambil dari kumpulan dokumentasi dalam perjalan hidup keluarga
saya.
Gambar
1. Gelombang air laut pada salah satu pantai di Kambang (Kabupaten Pesisir
Selatan, Sumatera Barat) jika dilihat dari pantai pada jarak yang dekat
Jika kita pergi ke pantai maka kita
akan melihat ombak air laut. Ombak itu berupa puncak dan lembah dari getaran
air laut yang berjalan. Kejadian itulah yang disebut gelombang.
Jadi, apa sebenarnya gelombang itu?
Gejala gelombang dapat diperlihatkan dengan mudah, kita dapat menjelaskan makna
gelombang dari peristiwa yang diperlihatkan pada gambar 1 di atas. Ketika angin
berhembus dari lautan ke arah pantai maka air laut akan terusik atau
bergetar. Usikan yang merambat pada permukaan air laut tersebut disebut dengan
gelombang.
Jika di atas air laut yang sedang
terusik tersebut terdapat perahu kertas maka materi-materi dalam medium
tersebut tidak ikut merambatkan perahu kertas tersebut. Hal ini menunjukkan
bahwa yang merambat hanya gelombangnya yaitu berupa energi, sedangkan airnya
tidak ikut bergerak bersama gelombang. Air hanya sebagai medium tempat
gelombang merambat. Jadi, pada perambatan gelombang, mediumnya tetap.
Sumber
foto: Buku Fisika XII Suparmo dan Widodo
Gambar
2. Tetesan air menyebabkan terjadinya gelombang
Dari gambar 2 tersebut kita dapat
mengamati bahwa tetesan air pada permukaan air tersebut menyebabkan terjadinya
gelombang pada permukaan air tersebut. Kita dapat amati bahwa semua
bagian-bagian air bergerak naik turun di tempatnya masing-masing. Kemudian jika
kita letakkan benda apung diatas permukaan air tersebut maka benda itu juga
akan bergerak naik turun.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa
gelombang adalah proses pemindahan energi. Dan hal penting yang harus kita
ingat bahwa saat pemindahan energi melalui suatu medium, medium itu sendiri
tidak akan ikut berpindah, yang menjalar hanyalah energi. Dengan kata lain,
energi sedang ditransfer dalam bentuk gelombang.
D. Klasifikasi Gelombang
Gelombang
merupakan gejala gangguan dari suatu sumber getaran yang bergerak terus-menerus
yang dalam perambatannya, gelombang memindahkan energi dari suatu tempat ke
tempat lainnya. Pada proses terjadinya gelombang, materi-materi dalam medium
tidak ikut merambat
dengan medium tersebut. Gelombang dapat merambat melalui medium ataupun tanpa medium.
Medium gelombang dapat berupa zat padat misalnya tali, zat cair misalnya air, dan gas misalnya udara. Berdasarkan hal tersebut
gelombang dibedakan berdasarkan:
a)
Medium Perambatan
Di sini kita sedang membahas
dinamika gelombang. Dinamika gelombang itu sendiri maksudnya adalah aspek
kajian tentang gelombang yang mana proses perambatannya dikaitkan dengan sumber
penyebabnya. Ditinjau dari aspek dinamikanya, gelombang dikategorikan menjadi
dua yaitu gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik.
1.
Gelombang Mekanik
Gelombang mekanik adalah gelombang
yang membutuhkan medium untuk merambat. Gelombang mekanik timbul dan merambat
dalam medium elastis sedangkan gelombang elektromagnetik tidak memerlukan
medium material untuk merambatkannya. Gelombang mekanik dapat timbul dan
merambat dalam medium elastis, misalnya gelombang pada pegas, gelombang pada
dawai elastis, dan gelombang bunyi dalam zat padat, cair, dan gas. Oleh karena
itu salah satu yang diperlukan untuk dapat menampung gelombang mekanik adalah
bahwa medium harus bersifat elastis. Medium elastis merupakan medium yang
ketika dipengaruhi gaya luar, mampu meregang (mengembang) atau memampatkan
diri, dan saat pengaruh gaya luar tersebut dihilangkan, medium mampu memulihkan
keadaannya kembali seperti semula. Gelombang transversal dapat muncul pada
dawai yang tegang, dan tidak mungkin dapat dimunculkan pada dawai yang kendur.
Hal ini karena dawai yang tegang mampu memulihkan dawai pada keadaan semula
saat pengaruh gaya luar dihilangkan.
2.
Gelombang Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik adalah
gelombang yang merambat walaupun
tanpa medium
perantara.
Misalnya, gelombang cahaya. Gelombang cahaya merupakan gelombang elektromagnetik
karena arah rambatnya merupakan perpaduan dari medan listrik dan medan magnet
yang saling tegak lurus.
Dengan kata lain, gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang selalu
terdiri dari medan listrik dan medan magnet yang dalam perambatannya saling
tegak lurus dan tidak membutuhkan medium.
Gambar
3. Perambatan gelombang elektromagnetik
Di atas adalah gambar perambatan
gelombang elektromagnetik jika kita meninjaunya dari satu arah. Berdasarkan
gambar tersebut maka kita dapat menyatakan bahwa:
a. Gelombang elektromagnetik adalah
gelombang yang selalu terdiri dari medan listrik dan medan magnet yang dalam
perambatannya saling tegak lurus.
b. Karena arah getarnya gelombang elektromagnetik tegak lurus
terhadap arah penjalarannya maka gelombang ini termasuk ke dalam gelombang
transversal.
c. Gelombang elektromagnetik ini
bergetar secara sinusoidal.
b)
Arah Getar dan Arah Rambat Gelombang
Berdasarkan arah getar dan arah rambatnya,
gelombang terdiri dari:
- Gelombang
transversal adalah gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah penjalaran gelombang itu
sendiri. Misalnya: gelombang cahaya selain gelombang
elektromagnetik merupakan gelombang transversal.
- Gelombang
longitudinal adalah gelombang yang gerak partikel yang
mengangkut gelombang tersebut adalah bolak-balik sepanjang arah
penjalaran. Misalnya: Bila sebuah pegas vertikal di bawah tegangan dibuat
berosilasi ke atas dan ke bawah di sebuah ujung, maka sebuah gelombang
longitudinal berjalan sepanjang pegas tersebut; koil-koil tersebut
bergetar bolak-balik di dalam arah di mana gangguan berjalan
sepanjang pegas. Selain itu gelombang bunyi juga merupakan contoh
gelombang longitudinal.
Penjelasan tentang gelombang transversal
dan gelombang longitudinal ini akan dibicarakan lebih detail pada penjelasan
berikutnya.
c) Amplitudo
- Gelombang berjalan adalah
gelombang yang memiliki amplitudo konstan di setiap titik yang dilalui
gelombang
- Gelombang stasioner
adalah gelombang yang memiliki amplitudo tidak konstan (berubah secara
periodik) di setiap titik yang dilalui gelombang.
d) Gelombang Berdimensi Satu, Gelombang Berdimensi Dua, dan Gelombang Berdimensi Tiga
- Gelombang berdimensi satu;
gelombang yang bergerak sepanjang tali atau pegas
- Gelombang berdimensi dua; gelombang permukaan atau riak
di atas air yang disebabkan oleh batu kecil yang dijatuhkan ke dalam
sebuah kolam yang tenang
- Gelombang berdimensi tiga; gelombang bunyi dan
gelombang cahaya yang muncul secara radial dari sebuah sumber kecil.
E. Gelombang Transversal dan Gelombang Longitudinal
Dengan mengamati arah rambat
gelombang terhadap arah getar gelombang kita dapat membedakan gelombang menjadi
dua jenis, yaitu gelombang transversal dan gelombang longitudinal. Perlu
diingat kembali bahwa yang dirambatkan pada tali hanyalah energi, sedangkan
medium tidak ikut merambat.
1. Gelombang Transversal
Berikut ini
adalah grafik simpangan partikel terhadap posisi dari gelombang transversal
yang dihasilkan pada sepanjang tali. Yang dimaksud posisi di sini adalah jarak
mendatar dari titik asal getaran.
Sumber:
Kanginan, M. 2006
Gambar 4.
Grafik simpangan posisi
Berdasarkan grafik simpangan posisi
pada gambar 4 di atas maka dapat dijelaskan istilah-istilah pada gelombang
transversal.
Puncak gelombang adalah titik yang paling tinggi pada gelombang (missal: b
atau f).
Dasar gelombang adalah titik yang paling rendah pada gelombang (missal: d
atau h).
Bukit gelombang adalah lengkungan obc atau lengkungan efg.
Lembah gelombang adalah cekungan cde atau cekungan ghi.
Amplitudo (A) adalah nilai mutlak simpangan terbesar yang dapat dicapai
partikel (missal: bb1 atau dd1).
Panjang gelombang (lamda),
simbol ini dibaca lambda. Satu panjang gelombang adalah jarak antara dua titik
puncak (titik tertinggi) berurutan, atau jarak antara dua titik dasar (titik
terendah) berurutan, dan atau jarak tiga titik simpul berurutan.
Periode (T) adalah selang waktu yang diperlukan untuk melewati dua
puncak berurutan atau waktu yang dibutuhkan untuk menempuh dua dua dasar yang
berurutan (selang waktu untuk satu panjang gelombang).
Untuk memahami definisi gelombang
transversal dapat dilakukan dengan mengamati demonstrasi gelombang transversal
berikut ini.
Sumber
foto: Buku Fisika XII Suparmo dan Widodo
Gambar 5.
Gelombang transversal
Jika seutas tali yang lumayan
panjang digetarkan tegak lurus terhadap arah panjang tali maka akan terbentuk
gelombang yang merambat pada tali dari ujung atau sumber getar sampai ke ujung
yang lainnya. Setelah diamati dengan baik ternyata gelombang (berupa energi)
pada tali tersebut bergetar ke atas dan bergetar ke bawah tegak lurus dengan
arah perambatan gelombang tersebut.
2. Gelombang Longitudinal
Pada gelombang longitudinal terdapat
istilah pusat rapatan dan pusat renggangan. Panjang gelombang diartikan sebagai
jarak antara dua pusat rapatan yang berurutan (AC) atau jarak antara dua pusat
renggangan yang berurutan (BD). Sedangkan jarak antara pusat rapatan dan pusat
renggangan yang berurutan disebut dengan setengah panjang gelombang (setengan
lamda).
Sumber:
Kanginan, M. 2006
Gambar
6. Gelombang longitudinal berupa rapatan dan renggangan sepangjang slinki.
Panjang gelombang adalah jarak antara dua pusat rapatan yang berdekatan (AC)
atau jarak antara dua pusat renggangan yang berdekatan (BD).
Untuk memahami pengertian gelombang longitudinal mari kita
amati gambar slinki berikut ini.
Sumber
foto: Buku Fisika XII Suparmo dan Widodo
Gambar 7.
Gelombang longitudinal
Jika salah satu ujung slinki
digetarkan searah dengan panjang slinki maka ujung slinki akan merapat dan
merenggang. Kemudian rapatan dan renggangan pada ujung slinki tersebut merambat
di sepanjang slinki. Nah, gelombang yang arah getarnya searah dengan arah
rambatnya dinamakan dengan gelombang longitudinal. Biasanya gelombang ini
merambat pada medium gas.
Pada gelombang transversal, yang
merambat adalah energi dalam bentuk bukit dan bentuk lembah. Perambatan bukit
atau perambatan lembah hanya dapat terjadi pada medium yang kenyal (elastis).
Maka dari itu, gelombang transversal hanya dapat merambat melalui zat padat.
Sedangkan pada gelombang
longitudinal, yang merambat adalah energi dalam bentuk pusat rapatan dan bentuk
pusat renggangan dapat terjadi pada semua zat. Oleh karena itu gelombang
longitudinal dapat merambat melalui semua wujud zat (padat, cair, dan gas).
F. Contoh-contoh Gelombang
Tabel 1.
Contoh-contoh Gelombang
No
|
Medium Rambat
|
Jenis Gelombang
|
1
|
Gelombang pada tali
|
gelombang mekanik dan gelombang transversal
|
2
|
Gelombang pada pegas
|
gelombang mekanik dan gelombang transversal
|
3
|
Gelombang pada dawai
|
gelombang mekanik dan gelombang transversal
|
4
|
Gelombang bunyi dalam zat padat
|
gelombang mekanik dan gelombang longitudinal
|
5
|
Gelombang bunyi dalam zat cair
|
gelombang mekanik dan gelombang longitudinal
|
6
|
Gelombang bunyi dalam zat gas
|
gelombang mekanik dan gelombang longitudinal
|
7
|
Gelombang pada permukaan air
|
gelombang mekanik dan gelombang transversal
|
8
|
Gelombang bunyi
|
gelombang mekanik dan gelombang longitudinal
|
9
|
Gelombang cahaya
|
gelombang elektromagnetik dan gelombang transversal
|
Cahaya matahari yang selalu kita nikmati setiap hari
merupakan contoh gelombang elektromagnetik.
G. Contoh Soal
1. Ujung
sebuah tali yang panjangnya 1 meter di getarkan sehingga dalam waktu 2 sekon
terdapat 2 gelombang. tentukanlah persamaan gelombang tersebut apabila
amplitudo getaran ujung tali 20 cm.
Penyelesaian
Diketahui :
l = 4λ →λ = ¼ = 0,25 m
t = 4λ → T = 2/4 = 0,5 s
ditanyakan :
y = ….?
Jawab:
Y = A sin (ωt-kx)
= 0,2
sin [(2π/0,5)t-(2π/0,25)x]
= 0,2
sin (4πt-8πx)
=0,2
sin 4π (t-x)
2. Sebuah
gelombang pada permukaan air dihasilkan dari suatu getaran yang frekuensinya 30
Hz. Jika jarak antara puncak dan lembah gelombang yang berturutan adalah 50 cm,
hitunglah cepat rambat gelombang tersebut!
Penyelesaian :
Diketahui : f = 30 Hz , ½ λ = 50 cm à λ = 100 cm = 1 m
Ditanya : v = ..?
Jawab :
v = λ.f = 1.30 = 30 m/s
3. Persamaan gelombang
berjalan pada seutas tali dinyatakan oleh x dan y dalam cm dan t dalam sekon.
Tentukan
(a) arah perambatan
gelombang
(b) amplitude gelombang
(c) frekuensi gelombang
(d ) bilangan gelomban
(e ) panjang
gelombang dan
(f) kecepatan rambat
gelombang
Jawab :
Persamaan gelombang y = 0,04 sin 0,2 π (40t-5x)= 0,04 sin (8π-πx)
(a) Karena tanda koefisien t berbeda dengan tanda koefisien x , gelombang
merambat ke sumbu x positif ( ke kanan )
(b) Amplitudo gelombang A = 0,04 cm
(c) Kecepatan sudut ω= 8π. Karena ω= 2πf , maka 2πf= 8π atau f = 4 Hz
(d) Bilangan
gelombang k = μ/cm
(e) Karena rumus bilangan gelombang k = 2π/λ maka π = 2π/λ atau λ =
2 cm
(f) Kecapatan rambat gelombang dapat ditentukan dengan 2 cara yaitu
v = f λ = 4,2 = 8 cm/s
V= ω/k
= 8π/π = 8 cm/s
DAFTAR PUSTAKA
Kanginan, M. (2006). Fisika untuk SMA Kelas XII. Jakarta:
Erlangga